Jumat, 19 September 2014

Tulisan Teh Titin tentang... ku...

http://olivetitin.blogspot.com/2014/07/they-are-my-sister-bag-1.html



They Are My Sister Bag. 1



Saya Titin Komalasari anak pertama dari empat bersaudara. Saya menjadi anak tunggal semenjak ketiga adik kembar saya meninggal dunia di tahun 1998. Merasa sepi, sendirian di rumah mah udah biasa. Hehe. Karena itu saya mengikuti ekstrakulikuler supaya memiliki banyak teman yang dapat dijadikan seperti saudara sendiri.

Semenjak duduk di SD sampai di Perguruan Tinggi saya tetap bertahan di ekstrakulikuler Pramuka. Di sini banyak mendapat teman dan sekarang udah seperti saudara sendiri. Beberapa di antara orang yang akan saya ceritakan berasal dari Pramuka juga lho. But, I have a special person in here. Can you guess??

Senja, hujan dan kita

Langit Senja di Universitas Pendidikan Indonesia
Kampus Cibiru
"..menangkap sinar senja di antara rinai hujan, selalu indah, menyilaukan. Sekali lagi, hujan menasehatiku untuk kembali sebelum dinginnya menelusuri rongga hati."

Kamis, 18 September 2014

Bukan Akhir

tak sedikit hal yang kulewati


Tertimpa Piano

Rasanya seperti tertimpa piano

Senin, 15 September 2014

Hanya saja mereka belum Sadar :D

Karena saya tidak pernah bisa menjawab pertanyaan bagaimana caranya menulis selain dengan "Ya menulis!". Bagi saya, semua sama. Kita sama dan kita bisa, hanya saja cara kita berbeda. 

..dan katanya, pada dasarnya kualitas kita awalnya sama, hanya saja dalam kehidupan kita mendapatkan 'Input' yang berbeda. 

Hari gini mah sulit 'menebak' kualitas diri seseorang dari latar belakang keluarga, pendidikan ataupun jabatan. Ya sederhanya seperti saat saya berjalan atau berkumpul dengan pimpinan unit kegiatan mahasiswa lainnya, terlihat hebat oleh MaRu. Saya menekan kan pada kata Terlihat. Karena

Saya dan perempuan manapun!

Memang sulit

Tuhan tidak pernah menduakan

"Terkadang Tuhan hanya mempertemukan bukan mempersatukan."



Benahi Tujuan! Sometimes, the simplest have a lasting impact :)

Catatan ini merupakan refleksi atau ibrah yang saya dapatkan dari acara Sidang Pengukuhan Purna Protokol Bumi Siliwangi tempo hari lalu. Hal ini pun telah saya sampaikan kepada Adinda keluarga Tangguh Tanpa Angkuh sore ini.. 

Adinda saya berpendapat bahwa pidato saya tempo hari lalu itu nampak agak kacau dari biasanya yang terstuktur tanpa teks. Dan saya menyadari itu, malu sekali. 

Hal pertama yang saya sadari adalah

Mereka Hebat bukan Main!

Ini titik mencari jati diri. Iya, titik menyadari ada yang hilang. 

"Menuju masa depan, menjaga yang mungkin hilang." (Tema Tahunan SCM) 

Tidak. Saya tidak sedang merendahkan diri sendiri, saya hanya menyadari kekurangan diri, terlambat. 

Kami berjalan di garis start yang sama, bahkan atas kepercayaan sepihak, kami dijadikan bersama dengan saya sebagai mas'ul. Tentu tugas saya menyebarkan semangat dan memastikan anggotanya hadir. Ringan sekali. 

Sampai suatu hari,

Rice - Chun Yang Hee

Untukmu yang makan banyak nasi

Tentang Rasa dan ..

Usia, telah membawa kita semakin dewasa entah hanya semakin tua. Tapi tentunya tentang rasa tak lagi membara seperti magma. Ia mungkin saja tetap mengendap. 

Menuliskan tentang rasa maka

Pekerjaan, Suami dan Istri (Aaaah, mungkin bukan judul yang tepat!)

Jangan!

Cerdas? Persepsi siapa?

 



Saat saya juara umum, saya menemukan teman yang lebih hebat tanpa juara. Begitupun sekarang, mereka hebat tanpa predikat Cumlaude :-) 

Bukan berarti mereka yang berPredikat tidak hebat. Sayang sekali


Tulisan Baru

Tanpa judul, tanpa tokoh,tanpa alur, tanpa waktu dan tanpa tempat. Hanya tulisan yang mungkin menceritakan sesuatu.. 


Kita hanya punya dua pilihan untuk

Ironi Sarkatis



Bagaimana bisa aku meminta penuh hati-nya, 

jika

rasa

"Ikuti saja apa maunya rasa. Terkadang,

Renjana; Yang Sejati Tersimpan di dalam Rasa

"Pastikan pagi dibuka oleh syukur atas cinta hari lalu dan hari ini... Selamat Membaca..." Tulisan Anjar (Penulis Novel Renjana) untuk Ummu (Pemilik buku yang aku curi). 

Selamat pagi dunia!

Riwayat yang hilang :)

Ya, entah bagaimana kertas dan map-nya hilang tepat sebelum sidang dimulai. Sidang memang undur waktunya dan ya CV saya akhirnya dibaca seadanya :( 

Ini yang harusnya dibaca saat itu, tidak penting sih tapi tetap ingin saya posting :) 

Cokelat Harmonisisasi Pikiran


Pertolongan pertama pada kebimbangan pilihan 

Kadang sih!

Kadang, kita memang harus menjauh untuk membuat orang lain merindukan kita atau setidaknya menghargai keberadaan kita. Ya, kadang sih